Sabtu, 03 Maret 2012

Teknologi Motor Listrik Tetap Menarik

 

Bukan Jepang namanya jika tidak mampu bangkit dari keterpurukan. Tokyo Motor Show 2011 menjadi ajang pameran kebangkitan yang patut ditiru.

ADU teknologi masih tetap terjadi pada ajang pameran otomotif terbesar di dunia, Tokyo Motor Show (TMS) 2011. Persaingan pamer inovasi tidak hanya terjadi pada para prinsipal otomotif roda empat. Produsen sepeda motor pun sengit berkompetisi.

Pada TMS tahun ini, Media Indonesia mendapatkan kesempatan untuk meliput dan menyaksikan secara langsung kerasnya persaingan itu. Pabrikan otomotif roda dua dunia saling memamerkan produk masing-masing dengan inovasi terkini.

Semua prinsipal sepeda motor, seperti Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki, dan KTM menempati area yang sama, yakni East Exhibition Hall, Tokyo Big Sight, Odaiba, Tokyo, Jepang.

Saat pembukaan TMS 2011 khusus untuk kalangan jurnalis dunia, Rabu (30/11), beberapa produsen sepeda motor langsung menampilkan produk-produk motor andalan masing-masing. Trennya hampir sama, mereka menonjolkan teknologi motor ramah lingkungan, seperti sepeda motor listrik.

Dalam ajang yang berlangsung dua tahun sekali itu, pabrikan Yamaha menampilkan motor listrik masa depan EC-Miu yang bertenaga listrik dan PAS WITH yang merupakan perpaduan motor listrik dengan sepeda konvensional.

Sepeda motor EC-Miu bertenaga 50 cc dan memiliki dua roda belakang agar mudah dikendalikan sehingga cocok untuk kaum hawa. Desain motor ini sangat aerodinamis mengikuti alur arah angin. Adapun PAS WITH menyerupai sepeda konvensional, tapi bisa digerakkan dengan tenaga listrik. Kelebihan motor ini dapat dilipat sehingga mudah dibawa bepergian.

Pabrikan lain, Suzuki, memajang dua produk inovatifnya, yaitu E-lets dan Burgman Fuel Cell. E-lets merupakan motor listrik dengan daya listrik 100 volt dan mampu menempuh 30 km dalam setiap kali charge baterai dengan catatan level kecepatan 30 km per jam.

Baterai E-lets persis terletak di bawah jok sehingga memudahkan pengguna membuka dan memasangnya kembali. Motor ini juga diklaim nol persen pembuangan CO2. Dengan desain yang futuristik dan mungil, motor ini cocok menjadi tunggangan kaum hawa.

Burgman merupakan motor hibrida Suzuki. Motor ini lebih besar daripada E-lets. Sepeda motor berteknologi fuel cell ini menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik. Dalam kondisi tenaga penuh, motor ini bisa digeber sejauh 350 km dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam. Dengan fisiknya yang besar, motor ini sangat cocok untuk kaum laki-laki.

Suzuki Brugman Fuel Cell baru-baru ini telah mendapatkan vehicle type approval dari Uni Eropa. Artinya, secara spesifikasi motor ini sudah dianggap layak jalan dan aman digunakan di jalan raya.

"Suzuki Motor Corporation (SMC) dengan bangga mengumumkan bahwa Suzuki Burgman Fuel Cell telah menjadi sepeda motor fuel cell pertama di dunia yang mendapatkan persetujuan dari Uni Eropa," ungkap Chairman dan CEO Suzuki Motor Corporation Osamu Suzuki.

Pabrikan luar Jepang

Prinsipal motor selain Jepang pun tak mau ketinggalan. Sebut saja Adiva asal Taiwan yang menampilkan Cargo3. Motor beroda tiga ini dianggap sebagai motor skuter kargo listrik karena tampangnya yang memiliki roda dua di belakang dan satu roda di depan.

Adiva juga memajang AD3 yang juga beroda tiga. Motor ini memiliki mesin 299 cc dan varian di atasnya dengan kapasitas mesin lebih besar. Ada juga AD 200, urban commuter yang nyaman dikendarai di kota besar.

Produsen Kymco juga menampilkan produk motor listriknya, yaitu Sunboy. Motor seberat 50 kg itu mampu bisa diandalkan untuk kebutuhan berkendara di kota.

Pada TMS 2011 ini, Kymco mengeluarkan delapan produk, di antaranya motor bebek matik atau moped berkapasitas mesin 399 cc, yaitu Xciting, K-XCT berkapasitas mesin 298 cc, dan Racing King bermesin 175 cc.

Selain itu, ada juga moped bermesin kecil, seperti Racing 125 dengan mesin 124,8 cc, Downtown 125i bermesin 124,8 cc, NGD 125i bermesin 124,6 cc, dan Agility Carry 125 yang mengusung mesin 124,6 cc.

Di tengah adu teknologi motor listrik itu, produsen motor Honda, Kawasaki, dan KTM fokus menampilkan motor-motor beperforma tinggi. Kawasaki menampilkan Ninja Zx 14R, Kawasaki Z1000, termasuk model terbaru Kawasaki Versys 1000.

Honda, yang menempati areal paling luas di antara sekian produsen motor lainnya, menampilkan banyak model mulai dari yang paling bawah hingga teratas. Ia juga memajang skuter matik kecil yang di Indonesia diberi nama Spacy. Lalu di jajaran motor sportnya ada Honda RC-E yang merupakan motor sport listrik.

Lain lagi, KTM memajang motor sport andalannya, antara lain KTM 690 Duke dan beberapa motor trail. Dari pameran TMS ini tampak jelas bahwa industri otomotif Jepang mulai menunjukkan kebangkitan. Gempa dan tsunami di Jepang beberapa waktu lalu sempat menjadikan industri otomotif Jepang terpuruk.

Namun, bukan Jepang namanya jika tidak mampu kembali bangkit dari keterpurukan. Kebangkitan tersebut ditandai dengan pameran otomotif, yakni Tokyo Motor Show 2011. Semangat kebangkitan yang patut ditiru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar